Misi 60 Kultum: Rahasia Tulisan Bagus dan Bantuan "Sekretaris" Ayah
Halo teman-teman! Ramadan 2026 ini aku punya misi besar dari sekolahku, SDIT Cordova 2. Misinya adalah mencatat kultum jelang berbuka dan jelang sahur. Bayangkan, sehari ada 2 kultum, berarti totalnya ada 60 catatan selama sebulan! Wah, bisa bikin jari-jariku keriting ya? Hehe.
📱 WhatsApp dari Ayah & "Cicilan" Menulis
Karena aku sempat sakit dan harus banyak istirahat, Ayah jadi asisten pribadiku yang hebat. Ayah menonton video kultum dari YouTube sekolah, lalu merangkumnya dan dikirim ke WhatsApp.
Waktu aku masih lemas, Ayah bilang: "Nanti kalau sudah sembuh, dicicil ya nulisnya. Pagi nulis dua, siang nulis dua, sore nulis lagi kalau kuat."
Beneran lho, aku cicil pelan-pelan supaya tidak pegel. Menulis 60 resume itu rasanya seperti sedang lari maraton, tapi pakai pulpen!
🧐 Bertanya Apa Saja
Kadang aku cuma menulis saja tapi tidak tahu artinya. Untungnya ada Ayah dan Ibu tempatku bertanya. Kemarin aku tanya: "Ayah, mimbar itu apa sih?"
Ayah bilang, mimbar itu tempat orang berdiri saat ceramah atau pidato. Sama seperti waktu Ayah memberikan sambutan di acara Imtihan Qiroati-ku tanggal 14 Februari 2026 kemarin. Wah, aku jadi langsung ingat! Ternyata belajar dari kenyataan itu lebih gampang ya.
🍜 Dari "Mie Goreng" Jadi Tulisan Cantik
Tahu tidak teman-teman? Ayah dan Ibu memuji tulisanku sekarang. Katanya, tulisanku sudah rapi, terbaca, dan bagus.
Dulu, waktu aku masih TK, kata Ayah tulisanku itu mirip MIE GORENG! 😭 Berantakan, keriting, dan susah dibaca. Tapi sekarang, mie gorengnya sudah berubah jadi barisan huruf yang cantik. Aku senang sekali karena usahaku belajar menulis tidak sia-sia.
Pesan Naureen hari ini:
Jangan takut kalau tulisan kita masih seperti mie goreng, yang penting rajin latihan (dan tanya Ayah dan Ibu kalau ada kata yang sulit!). Semangat belajar, teman-teman! ✍️✨

Post a Comment